Teori Difusi Inovasi (Diffusion of Innovations Theory)

Dalam konteks komunikasi, teori ini dapat digunakan untuk merancang strategi komunikasi yang efektif untuk menyebarkan inovasi atau perubahan baru dalam suatu masyarakat atau kelompok.

Oleh

Yandi Novia

Update on:

Teori Difusi Inovasi adalah sebuah teori yang menggambarkan bagaimana inovasi atau perubahan baru menyebar di dalam suatu masyarakat. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Everett Rogers pada tahun 1962 dan menjadi salah satu teori penting dalam bidang sosiologi dan komunikasi.

Dalam konteks komunikasi, teori ini dapat digunakan untuk merancang strategi komunikasi yang efektif untuk menyebarkan inovasi atau perubahan baru dalam suatu masyarakat atau kelompok.

Menurut teori ini, inovasi atau perubahan baru akan menyebar dari satu individu atau kelompok ke individu atau kelompok lain melalui proses difusi. Proses difusi ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu:

  1. Pengetahuan (knowledge): tahap pertama adalah ketika seseorang mengetahui tentang adanya inovasi atau perubahan baru.
  2. Persuasi (persuasion): tahap kedua adalah ketika seseorang membentuk sikap positif atau negatif terhadap inovasi atau perubahan baru tersebut.
  3. Keputusan (decision): tahap ketiga adalah ketika seseorang memutuskan untuk menggunakan atau tidak menggunakan inovasi atau perubahan baru tersebut.
  4. Implementasi (implementation): tahap keempat adalah ketika seseorang mulai menggunakan inovasi atau perubahan baru tersebut.
  5. Konfirmasi (confirmation): tahap terakhir adalah ketika seseorang mengevaluasi penggunaan inovasi atau perubahan baru tersebut dan memutuskan untuk terus menggunakannya atau tidak.

Menurut teori ini, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan dan tingkat difusi inovasi, yaitu:

  1. Karakteristik inovasi: karakteristik inovasi seperti keuntungan relatif, keberterimaan, kompleksitas, kecocokan, dan observabilitas akan mempengaruhi kecepatan dan tingkat difusi.
  2. Karakteristik pengguna: karakteristik pengguna seperti tingkat pendidikan, status sosial, dan pengalaman sebelumnya akan mempengaruhi kecepatan dan tingkat difusi.
  3. Komunikasi: cara komunikasi tentang inovasi atau perubahan baru tersebut akan mempengaruhi kecepatan dan tingkat difusi.
  4. Saluran komunikasi: saluran komunikasi yang digunakan untuk menyebarkan informasi tentang inovasi atau perubahan baru tersebut akan mempengaruhi kecepatan dan tingkat difusi.
  5. Lingkungan sosial: lingkungan sosial seperti keluarga, teman, dan kolega akan mempengaruhi kecepatan dan tingkat difusi.

Yandi Novia

Pada tahun 2010 saya memulai membangun sebuah blog. Belajar menulis, mengedit, dan belajar hal-hal baru seperti desain grafis dengan corel draw, membangun web hingga menerima jasa pembuatan web, video editing, dan content creator. Saya juga pekerja freelance pada bidang komunikasi dan mobilisasi sosial. Mari Berteman!

Pos Terkait:

Tinggalkan komentar: