Teori Komunikasi

Teori Media Baru (New Media Theory)

Teori Media Baru (New Media Theory) mengacu pada sekelompok teori dan pandangan yang berkembang seiring dengan munculnya teknologi baru dalam media massa, seperti internet, media sosial, dan platform digital lainnya. Teori ini mengeksplorasi perubahan dalam cara orang mengakses, berpartisipasi, dan berinteraksi dengan media, serta bagaimana perubahan ini mempengaruhi budaya dan masyarakat.

Salah satu teori utama dalam media baru adalah “Teori Konvergensi” (Convergence Theory), yang menyatakan bahwa kemajuan teknologi telah menyebabkan penggabungan antara media massa tradisional dan media digital, sehingga membentuk bentuk media yang baru. Teori ini menekankan pentingnya teknologi dan konvergensi media dalam memengaruhi perubahan budaya dan perilaku sosial.

Teori lain dalam media baru termasuk “Teori Pemaknaan Aktif” (Active Audience Theory), yang menekankan peran aktif individu dalam memaknai pesan media dan menentukan makna mereka sendiri, serta “Teori Partisipasi” (Participation Theory), yang mengasumsikan bahwa media baru memungkinkan partisipasi aktif dan kolaboratif dari individu dalam produksi dan penyebaran konten media.

Namun, seperti halnya dengan teori media klasik, teori media baru juga dikritik karena terlalu umum dan abstrak. Beberapa teori alternatif, seperti “Teori Jaringan” (Network Theory) dan “Teori Ekologi Media” (Media Ecology Theory), menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor konteks dan sosial dalam memahami pengaruh teknologi dan media dalam masyarakat.

Dalam praktiknya, teori media baru dapat digunakan untuk merancang strategi pemasaran dan komunikasi yang lebih efektif dalam era digital, serta untuk memahami bagaimana media baru memengaruhi cara orang berkomunikasi, mengakses informasi, dan berpartisipasi dalam masyarakat.

Tag:

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar: