Teori Interferensi (Interference Theory)

Menurut teori ini, informasi baru yang diproses dalam memori dapat mengganggu ingatan terhadap informasi lama, dan sebaliknya, ingatan terhadap informasi lama juga dapat mengganggu pengolahan informasi baru.

Oleh

Yandi Novia

Update on:

Teori Interferensi (Interference Theory) adalah teori psikologi kognitif yang menjelaskan bagaimana informasi yang diproses dalam memori dapat saling mengganggu satu sama lain. Menurut teori ini, informasi baru yang diproses dalam memori dapat mengganggu ingatan terhadap informasi lama, dan sebaliknya, ingatan terhadap informasi lama juga dapat mengganggu pengolahan informasi baru.

Teori Interferensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu Interferensi Proaktif dan Interferensi Retrospektif.

  1. Interferensi Proaktif: Terjadi ketika ingatan terhadap informasi yang telah diproses sebelumnya mengganggu pengolahan informasi yang sedang diproses saat ini.
  2. Interferensi Retrospektif: Terjadi ketika informasi baru yang diproses mengganggu ingatan terhadap informasi yang telah disimpan sebelumnya.

Teori Interferensi memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana informasi diproses dan disimpan dalam memori manusia, dan dapat membantu dalam pengembangan teknik dan strategi pembelajaran yang efektif. Misalnya, untuk menghindari Interferensi Proaktif, seseorang dapat memisahkan waktu belajar antara materi yang satu dengan materi yang lainnya. Sementara itu, untuk menghindari Interferensi Retrospektif, seseorang dapat menggunakan teknik memori seperti pengulangan dan asosiasi yang dapat membantu memperkuat ingatan terhadap informasi yang telah diproses sebelumnya.

Yandi Novia

Pada tahun 2010 saya memulai membangun sebuah blog. Belajar menulis, mengedit, dan belajar hal-hal baru seperti desain grafis dengan corel draw, membangun web hingga menerima jasa pembuatan web, video editing, dan content creator. Saya juga pekerja freelance pada bidang komunikasi dan mobilisasi sosial. Mari Berteman!

Pos Terkait:

Tinggalkan komentar: