Teori Penentu Agenda (Agenda Setting Theory)

Teori Penentu Agenda (Agenda Setting Theory) adalah teori yang mengajukan bahwa media massa mempengaruhi apa yang orang pikirkan dan membicarakan dengan menentukan agenda atau topik yang menjadi perhatian publik.

Oleh

Yandi Novia

Update on:

Teori Penentu Agenda (Agenda Setting Theory) adalah teori yang mengajukan bahwa media massa mempengaruhi apa yang orang pikirkan dan membicarakan dengan menentukan agenda atau topik yang menjadi perhatian publik. Teori ini dikembangkan oleh Max McCombs dan Donald Shaw pada tahun 1970-an.

Teori Penentu Agenda menyatakan bahwa media massa mempengaruhi persepsi publik tentang isu-isu tertentu dengan memilih dan memperlihatkan beberapa isu atau topik tertentu dan mengabaikan isu lainnya. Dalam hal ini, media massa memiliki kekuatan untuk menentukan isu apa yang dianggap penting atau tidak penting, yang kemudian mempengaruhi pandangan dan perilaku masyarakat.

Namun, teori ini juga mengakui bahwa pengaruh media massa tidak mutlak dan bergantung pada faktor-faktor lain seperti sumber informasi alternatif, pengalaman pribadi, dan faktor sosial. Selain itu, teori ini juga menganggap bahwa media massa tidak mempengaruhi opini orang secara langsung, tetapi melalui proses yang kompleks dan melalui interaksi dengan faktor-faktor lain.

Teori Penentu Agenda memiliki banyak aplikasi dalam konteks komunikasi dan politik. Teori ini dapat digunakan untuk memahami bagaimana media massa mempengaruhi persepsi publik tentang isu-isu politik atau sosial tertentu dan juga dapat membantu dalam merancang strategi komunikasi untuk mempengaruhi agenda publik dan opini masyarakat.

Yandi Novia

Pada tahun 2010 saya memulai membangun sebuah blog. Belajar menulis, mengedit, dan belajar hal-hal baru seperti desain grafis dengan corel draw, membangun web hingga menerima jasa pembuatan web, video editing, dan content creator. Saya juga pekerja freelance pada bidang komunikasi dan mobilisasi sosial. Mari Berteman!

Pos Terkait:

Tinggalkan komentar: