Suatu Hari

Bagaimana theme mempengaruhi hari-hari saya?

Foto diambil di Kabupaten Seruyan, Kalteng. Suasana tempat pembakaran ikan di rumah makan dan pasar tepi sungai Seruyan.

“Melaju dengan kecepatan 40km/ jam, melalui jalan yang sama setiap harinya. Lokasi tujuan kadang terlewat, dan harus putar balik. Begitu banyak kejadian yang saya temui di jalanan, aktifitas bengkel di lampu merah yang ramai, uniknya ada anak kecil yang ikut berjibaku dengan kumpulan kunci dan obeng disekitaran motor yang sedang diperbaiki. Kakinya tampak hitam. Ku ingat anak kecil itu menggunakan pakaian setelan warna kuning. Di samping saya, ada bule yang sedang dibonceng memoto anak ayam yang tak berinduk sedang makan di atas trotoar. Saya tersenyum, bagi saya itu hal biasa, mungkin di negaranya tidak ada hal sebiasa seperti itu.”

Beberapa pengendara motor masih banyak yang menggunakan sendal jepit. Walaupun dilarang. Mungkin itu setelan yang nyaman bagi mereka.

Dua minggu ini, saya fokus pada project kecil membuat sebuah website organisasi. Saya memilih mendesain dari awal. Maka, selama itulah hari-hari saya dipengaruhi oleh theme (tema) website.

Ada beberapa elemen yang harus dibuat saat membuat mendesain website. Pertama, tahap desain halaman depan berupa landing page. Tahap ini yang menyita waktu hampir satu minggu. Karena untuk merancang header saja saya harus mencari referensi desain website. Mulai dari mencari di instagram dengan hashtag #uidesign, membuka theme web yang dijual di themeforest, hingga berselancar di google dengan beberapa kata kunci.

Setiap tahap demi tahap, proses desain website juga harus disesuaikan dengan tampilan desktop dan juga mobile.

Jadi harus ekstra sabar.

Biasanya untuk header saya siapkan beberapa versi. Nanti disesuaikan saja dengan tampilan lainnya, apakah cocok atau tidak.

Oh yaa… Tahap yang tidak kalah membuat pusing adalah memilih warna. Kolaborasi warna yang sesuai. Ujung-ujungnya dominan putih.

Selanjutnya, tahap membuat tampilan lain di landing page atau beranda. Misalnya membuat slide gambar, kemudian membuat tampilan post dengan desain berbeda per kategori, penulis, atau tag. Apakah perlu menampilkan visi misi organisasi, program kerja, kegiatan, dan lainnya. Tentu hal ini memerlukan proses sebuah desain. Saya membuat sebuah website dengan strategi. Apakah jika saya tempatkan konten-konten itu akan relevan? Jawabannya tentu relatif. Tapi bagi website kali ini, tidak. Saya cukup memasukan konten-konten tersebut di pos laman saja.

Strategi website ini memperbanyak konten tulisan baik berupa berita, opini, dan sastra (cerpen dan puisi), artinya desain landing page harus menempatkan konten tersebut menjadi tujuan utama.

Tahap landing page atau beranda telah selesai.

Berapa lama waktu kerja saya dalam satu hari?

5-6 jam perhari yang saya gunakan. Tergantung mood dan juga inspirasi. Saya perlu istirahat dan waktu luang untuk menenangkan pikiran, dan menenangkan mata.

Rupanya tidak ada waktu istirahat. Saya selalu gunakan untuk mencari inspirasi desain, jika saya temukan saya buru-buru mencatat dan menggambarkannya di sebuah kertas kerja.

Yaa begitulah sebuah theme mempengaruhi hari-hari saya.

Bagaimana proses setelah landing page selesai?

Tahap selanjutnya, membuat footer. Saya menyukai jenis footer yang bersih, hanya info-info penting saja yang ditampilkan.

Kemudian membuat desain single post, single page, archive, search results, error 404, dan lain-lain. Tahapnya sama, perlu mendesain terlebih dahulu. Bagaimana tampilannya akan terlihat.

Lelah dan ini hobi saya

Sangat melelahkan. Tapi ini hobi saya yang dibayar.

Selama pengerjaan website, selama itulah hari-hari saya dibayangi oleh theme website. Bahkan walaupun saat tidak ada project, saya selalu merancang desain web untuk saya tawarkan ke orang-orang.

Dalam waktu dekat saya akan memabngun sebuah CV (Commanditaire Vennootschap) atau Persekutuan komanditer. Saya ingin memasuki dunia usaha yang lebih serius.

Tertarik ingin menggunakan jasa blogger kalteng membuat website anda. Hubungi kami melalui kontak.

Tag:

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar: