Zaman berubah, persaingan berubah

1 min read

6 November 2020

zaman berubah, persaingan berubah

Kita sudah mendapat pelajaran, berbisnis konvensional dan berbisnis dengan strategi. Bagaimana teman kami usaha sembako, yang dulu beliau mendapatkan profit 30 juta sebulan, sekarang sudah tidak jualan lagi, tidak bisa bersaing.

Dahulu bisa, karena memang sama sama konvensional, jadi bertarung sesama kelas. Sekarang ada yang konven ada yang modern, dengan manajemen dan pengelolaan. Kalaupun ada yang bertahan, mereka juga memiliki pola, atau sudah memiliki kekuatan. Kita belajar manajemen, belajar pola, sudah tau pola pun, tetap tidak langsung membuat kita menang, kalau kita tidak mengikuti pola, menguatkan pola, dan memodifikasi pola sesuai kebutuhan. Mungkin kini bisnis kita belum mendapatkan serangan bisnis sejenis yang terstruktur, jadi tidak terlalu dampak.

Apakah kita menunggu, sampai ada serangan. Tidak teman-teman, kalau diserang tanpa persiapan, kita akan kaget, dan belajar butuh waktu, butuh proses, untuk menjadi pemahaman dan skill. 2022 sd 2024 mungkin baru terasa, karena kita akan berdekatan dengan Ibu Kota, Persiapkan, dan teruslah bertumbuh, semoga dimudahkan untuk survive, bertumbuh dan membesar, aamiin

Maulana Malik

Pada tahun 2010 saya memulai membangun sebuah blog. Belajar menulis, mengedit, dan belajar hal-hal baru seperti desain grafis dengan corel draw, membangun web hingga menerima jasa pembuatan web, video editing, dan content creator. Saya juga pekerja freelance pada bidang komunikasi dan mobilisasi sosial. Mari Berteman!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Wirausaha yang suka mencari alasan

Next Story

Goals harus di roll down

Latest from Blog