Tips menyapih dengan metode WWL ala Umi Ghaaziy

Tanpa rewel, tanpa olesan pahit dan sebagainya, tanpa drama PD bengkak dan sakit

Oleh

Yandi Novia

Update on:

Menyapih adalah proses di mana bayi atau anak kecil berhenti menggunakan ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula sebagai sumber makanan utama mereka dan beralih ke makanan padat dan minuman lainnya. Proses menyapih biasanya terjadi ketika bayi atau anak sudah cukup matang secara fisik dan mampu mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan padat.

Metode Weaning With Love (WWL) atau “Menyapih dengan Cinta” adalah pendekatan yang bertujuan untuk menyapih anak dengan cara yang lembut, menghormati kebutuhan dan perasaan anak, serta memperkuat ikatan emosional antara anak dan ibu. Metode ini menekankan pentingnya memberikan perhatian dan dukungan yang positif selama proses menyapih.

Dalam metode Weaning With Love, orang tua secara perlahan mengurangi frekuensi dan durasi menyusui secara bertahap, sambil tetap memberikan anak perasaan aman, kasih sayang, dan kehadiran yang konstan. Metode ini menghormati kebutuhan anak untuk merasa terikat dan aman dengan ibunya sambil memberikan ruang bagi pertumbuhan dan kemandirian anak.

Nah berikut Tips menyapih dengan metode WWL ala Umi Ghaaziy, tanpa rewel, tanpa olesan pahit dan sebagainya, tanpa drama PD bengkak dan sakit.

  1. Tidak membohongi dan menakut-nakuti anak.
  2. Tidak memberi olesan dalam bentuk apapun pada PD.
  3. Sounding anak sejak jauh-jauh hari sebelum usianya 2 tahun.
  4. Tidak menolak, tetapi juga tidak menawari anak untuk menyusu.
  5. Kurangi frekuensi menyusu secara bertahap.
  6. Tidak pumping atau marmet lagi saat mulai sounding (untuk mengurangi kuantitas produksi ASI agar nantinya PD tidak bengkak mendadak dan sakit).
  7. Hindari tempat favorit anak saat menyusu, pada jam-jam dia biasa menyusu (kalau Ghaaziy terbiasa dbf di kamar suasana tenang, dari kecil dia gak suka dbf kalau berisik).
  8. Ajak main atau alihkan dengan bermain, atau minum air putih saat anak minta menyusu.
  9. Alihkan kebiasaan menyusu menjelang tidur (kalau Ghaaziy suka dibacakan buku, mendengarkan murottal Al-Qur’an, menyanyi bersama, dan cerita keseharian).
  10. Usahakan anak sudah kenyang sebelum tidur (pola MPASI menurutku sangat mempengaruhi, Ghaaziy makan berat 3x sehari dan cemilan 2x sehari).
  11. Boleh diselingi UHT jika anak suka (Ghaaziy belum pernah sama sekali minum sufor, jadi hanya susu UHT sesekali.. Cocoknya yang plain greenf**ld, pernah dicoba yang plain ult**milk gak cocok babnya jadi lebih sering).
  12. Sediakan air putih, biasakan minum air putih kalau tiba-tiba anak kebangun malam hari (karena Ghaaziy sudah lulus full toilet training usia 20 bulan, jadi setiap tengah malam/subuh kebangun untuk BAK ke toilet, maka sekalian kalau dia minta dbf ya dikasih aja air putih).
  13. Tetap perlalukan anak seperti biasa, tunjukan kalau tanpa menyusu pun kita tetap selalu ada, beri pelukan setiap hari, terlebih menjelang waktu tidur dan pada saat anak bangun tidur.
  14. Support system pun sangat penting, iya menurutku suami berperan penting.. Bonding dan sounding anak menjelang tidur, misal membacakan buku cerita, bahkan menidurkan anak, dan menggendong anak jika sesekali kebangun malam dan anak minta gendong.

    SEMANGAT bagi para ibu yang sedang dalam proses menyapih 🥰😍😘
    semoga sharing ini bermanfaat 😊

Tips ini ditulis oleh istri saya, Fitri Rahmawati (Umi Ghaaziy).

Yandi Novia

Pada tahun 2010 saya memulai membangun sebuah blog. Belajar menulis, mengedit, dan belajar hal-hal baru seperti desain grafis dengan corel draw, membangun web hingga menerima jasa pembuatan web, video editing, dan content creator. Saya juga pekerja freelance pada bidang komunikasi dan mobilisasi sosial. Mari Berteman!

Pos Terkait:

Tinggalkan komentar: