Pawang Hujan, Tentang Balapan, dan Minyak Goreng

1 min read

Hal positif dari hadirnya Mbak Rara “pawang hujan” di sirkuit Mandalika adalah bukti kerja keras pemerintah dalam menyukseskan perhelatan besar tersebut. Perpaduan sains dan budaya telah dilakukan. Bahkan di salah satu video yang beredar para rider, pit crew dan penonton menikmati pertunjukan pawang hujan tersebut. Saya sepakat itu budaya atau kearifan lokal. Kembali ke kita, percaya atau tidak.

Selain itu nilai-nilai kearifan lokal bisa hadir dalam perhelatan kelas dunia menjadi tontonan yang menarik. Yaa.. semua orang membicarakan “pawang hujan” di urutan pertama. Kedua meme guyonan Marc Marquez di tolak rumah sakit karena tidak memiliki bpjs. Ketiga, motor yang memboncengi Marc Marquez pajaknya mati. Keempat, baru serius membahas balapan gp. Jika tidak percaya, coba ketik beberapa kata kunci ini “sirkuit mandalika”, “MotoGP Mandalika 2022”, atau lainnya yang berhubungan.

Bagaimanapun, semua menarik. Tergantung sudut pandang. Dan saya termasuk orang yang menikmati semua informasi tersebut. Kata Pak Mario Teguh ketika masih aktif ngasih motivasi “Hidup itu asik, setiap hari kita disuguhi hal-hal lucu dan menarik”. Dua hal tersebut akan hadir dengan sendirinya.

Jadi, sekarang. Jika pemerintah kerja keras menyukseskan perhelatan MotoGP Mandalika, kita tunggu kerja keras pemerintah selanjutnya dalam menstabilkan kembali pasokan dan harga “minyak goreng”. Tanpa harus menghadirkan opini “rebus, bakar, atau cara memasak lainnya selain di goreng”.

Sebentar, pernyataan itu juga ramai dibahas netizen tanah air. Muncul meme adonan bakwan yang direbus, sepiring nasi lengkap dengan ayam dan ikan mentah. Pokoknya “lucu dan menarik”.

Saya masih dengan hal positif menanggapinya. Kita simak bagaimana pernyataan tersebut jika ditangkap dengan hati yang jernih seperti disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas.

“Saya rasa apa yang disampaikan Ibu Megawati tersebut kalau kita tangkap dengan hati yang jernih maka dia malah bisa menjadi sebuah senjata yang sangat ampuh karena hal tersebut akan bisa menimbulkan dampak sosial ekonomi dan politik yang positif yang luar biasa besarnya,” kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/3).

Menurutnya pernyataan tersebut seharusnya bisa menjadi komunikasi sosial di antara sesama ibu-ibu dan meningkatkan diskusi bagaimana cara yang tepat agar masakan yang mereka buat tidak memakai minyak goreng dan tetap enak.

Dari perspektif ekonomi, kalau ibu-ibu bisa menyajikan makanan yang enak kepada keluarganya tanpa digoreng hal ini akan sangat berdampak pada usaha dari para mafia dan atau para pedagang besar minyak goreng. Sebab, dari langkah yang diambil oleh ibu-ibu tersebut telah membuat permintaan terhadap minyak goreng akan menurun secara drastis.
“Dan bila hal ini berlangsung cukup lama, maka tentu usaha mereka akan bangkrut,” imbuhnya.

Menurut dia, hal ini bisa mendorong mereka untuk melepas stok minyak goreng yang mereka simpan atau timbun, sehingga kehidupan ekonomi terutama yang terkait dengan minyak goreng tentu akan kembali normal.

Kemudian, bila melihat dari perspektif politik, pernyataan Mega tentu akan bisa menciptakan stabilitas kehidupan masyarakat yang baik. Pasalnya, mereka bisa kembali hidup dengan tenang.

“Jadi kesimpulannya bila ibu-ibu atau emak-emak di negeri ini bisa bersatu maka mafia minyak goreng dan atau mafia-mafia lainnya tentu akan bisa bertekuk lutut di hadapan kekuatan yang mereka miliki,” jelas Anwar.

Pada tahun 2010 saya memulai membangun sebuah blog. Belajar menulis, mengedit, dan belajar hal-hal baru seperti desain grafis dengan corel draw, membangun web hingga menerima jasa pembuatan web, video editing, dan content creator. Saya juga pekerja freelance pada bidang komunikasi dan mobilisasi sosial. Mari Berteman!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Smile and the World shall smile with you

Next Story

Dialog Minyak Goreng

Latest from Blog