Liputan

Tahun Politik, Rahmad Handoko: Pemuda tampil menjadi penengah dan penyeimbang di antara konflik horizontal

Di tahun 2020 ini, Kalimantan Tengah akan melaksanakan agenda politik, yaitu ada dua pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur.

Menurut Rahmad Handoko Ketua DPD KNPI Kalteng, tahun ini juga adalah agenda jangka menengah KNPI. Sehingga aktifitas organisasi kepemudaan akan melewati dan berbenturan dengan agenda politik tersebut.

Ia berharap kepada pengurus KNPI Kalteng, kabupaten/ kota serta pemuda pada umumnya menjadi penengah dan penyeimbang diantara konflik horizontal yang terjadi dalam kepentingan-kepentingan politik.

“Harapan saya, pemuda di Kalimantan Tengah tampil menjadi penengah dan penyeimbang diantara konflik horizontal yang terjadi”, tegas Handoko.

Menurutnya, konflik dalam agenda politik tidak bisa dielakkan. Karena politik sejatinya membahas dan bicara soal kepentingan.

“Mau tidak mau konflik pasti ada, karena di era digital seperti sekarang ini, konflik tidak hanya terjadi di jalan dan lain sebagainya, melainkan terjadi di sosial media juga. Bahkan sampai merembet ke kehidupan nyata, karena persoalan beda pilihan politik, dan juga tergiring karena isu sara dan lain-lain”, jelasnya.

Kedepan ia meyakini pemuda adalah benteng penengah yang mampu meredam konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Karena di dalam kepengurusan KNPI sendiri terdiri dari berbagai latar belakang baik organisasi maupun politik.

“Motor penggerak KNPI sebenarnya kebhinekaan, karena dalam kepengurusannya dilatar belakangi perbedaan. Maka terlebih dahulu bagaimana kepengurusan yang ada di masing-masing tingkat menjadi contoh, bukan malah terbelah”, jelasnya.

Pada prinsipnya KNPI mengedepankan persatuan dan kesatuan anak bangsa yang ada di Kalimantan Tengah, hal ini sesuai dengan tujuan berdirinya KNPI yaitu terwujudnya persatuan dan kesatuan pemuda, dalam rangka memelihara Persatuan dan Kesatuan Nasional demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Begitupun terkait aktifitas pembahasan politik di media sosial. Bagi Handoko, yang mampu menjadi calon di agenda politik 2020 adalah putra putri terbaik bangsa, apapun latar belakangnya, kekurangannya, jangan dijadikan bahan untuk menghujat apalagi menghina.

“Jangan sampai karena perbedaan pilihan politik menjadikan kita saling menghujat, apalagi menghujat calon lain. Karena kita tidak tahu hal-hal yang menjadi ketidaksukaan kita pada seseorang itu bisa jadi adalah boomerang bagi kita sendiri, toh kita hari ini lebih banyak menilai kekurangan seseorang dari pada melihat kelebihan dan kebaikan seseorang”, terang Handoko. (dyn)

Tag:

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar: