Liputan

Kerja dan Agenda KNPI Kalteng di Tahun Pertengahan

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Rahmad Handoko terus melakukan pembenahan, baik secara internal maupun eksternal. “Di tahun pertama, fokus kami melakukan konsolidasi organisasi ke kabupaten/ kota dan juga menekankan pada verifikasi OKP (Organisasi Kepemudaan) yang bernaung di bawah KNPI”, jelas Handoko, sapaan akrabnya yang secara resmi dilantik tanggal 28 April 2019 lalu.

Tujuan verifikasi ini, menurut Handoko sebagai upaya untuk menegakkan aturan main berorganisasi. “Yaitu bagaimana OKP terverifikasi secara legal formil, begitu juga tentang bagaimana aktifitas organisasinya. Sebagaimana kita ketahui bahwa OKP yang diakui KNPI juga harus diakui pemerintah”, jelasnya.

“Hal ini juga tentunya untuk membantu pemerintah dalam memverifikasi, karena KNPI sebagai mitra pemerintrah. Jika tidak kita bantu, pemerintah tentu akan kesulitan bekerja sendiri”, tambahnya.

Disamping itu, kata Handoko, banyak kabar beredar di luar verifikasi OKP ini disangkut pautkan dengan  ikut campurnya KNPI ke rumah tangga masing-masing OKP, padahal itu tidak benar.

“Kitakan ingin mengembalikan fungsi KNPI sebagai wadah bernaungnya organisasi kepemudaan masyarakat. Ketika bernaung, maka ada syaratnya, maka syarat-syarat inilah yang coba kembali kita tegakkan bersama melalui verifikasi”, terang Handoko.

Jika agenda konsolidasi internal dan verifikasi OKP tadi menjadi target jangka pendek dan menengah yang terus dilakukan, lalu apa saja target jangka panjang KNPI Kalteng hingga akhir periodenya di tahun 2021 mendatang?

Menurut Handoko, kedepan agenda-agenda kepemudaan yang dilakukan KNPI mesti banyak berkolaborasi dengan organisasi-organisasi yang bernaung di bawahnya, atau setingkat, misalnya Karang Taruna, Pramuka atau Palang Merah Indonesia.

Karena menurutnya, kerja-kerja kepemudaan hari ini yang dilabeli dengan organisasi setengah pemerintah (KNPI) hampir kalah eksistensinya dengan anak-anak komunitas, terutama tentang kepedulan sosial.

“Kita (KNPI, red) harus mengimbanginya dengan cara berkolaborasi dengan berbagai organisasi-organisasi kepemudaan dan organisasi mayarakat lainnya. Jika KNPI tidak bisa mengajak elemen-elemen pemuda untuk berbaris bersama sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 maka kemajuan pemuda yang ada di Kalimantan Tengah secara khusus hanya angan-angan belaka”, jelas Handoko.

“Makanya, saya selalu berpesan di setiap agenda KNPI kabupaten/kota untuk terus berkolaborasi dengan seluruh elemen kepemudaan yang ada, baik komunitas maupun organisasi. Kita tidak akan bisa berbuat banyak jika kita tidak berkolaborasi sesama anak muda dari berbagai latar belakang”, tutup Handoko. (dyn)

Tag:

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar: