Materi Genre Konselor Sebaya (lanjutan)

Konseling adalah proses pemberi bantuan seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap suatu fakta, harapan, kebutuhan dan perasaan klien. (Saraswati, 2002).

Oleh

Yandi Novia

Update on:

Gambar ilustrasi dari canva
Materi ini lanjutan dari materi yang sebelumnya anda lihat… Mohon maaf, ketikan tidak beraturan. Silakan di edit.

II.      Tujuan

A.   Tujuan Pembelajaran Umum

Meningkatkan pemahaman tentang konseling

B.   Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat :

1.   Menjelaskan pengertian konseling

2.   Menjelaskan tujuan konseling

3.   Menjelaskan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang KonselorSebaya

4.   Menjelaskan langkah-langkah dalam proses konseling

III.        Pengertian Konselor Sebaya

Konselor Sebaya adalah Pendidik Sebaya yang punya komitmen dan motivasi yang tinggi untuk memberikan konseling program PKBR bagi kelompok remaja/mahasiswa sebayanya yang telah mengikuti pelatihan konseling program PKBR dengan menggunakan modul dan kurikulum standar

IV.       Syarat-syarat menjadi Konselor Sebaya

A.   Berpengalaman sebagai pendidik sebaya.

B.   Mempunyai minat yang sungguh-sungguh untuk membantu klien

C.   Terbuka pada pendapat orang lain

D.   Menghargai dan menghormati klien

E.   Peka terhadap perasaan orang dan mampu berempati

F.    Dapat dipercaya dan mampu memegang rahasia

G.   Perasaan stabil dan kontrol diri yang kuat

H.   Memiliki pengetahuan yang luas mengenai:

  1. Seksualitas yang meliputi tumbuh kembang remaja, alat, sistem dan proses reproduksi, konsekuensi hubungan seks pra nikah ; kehamilan.
    1. HIV dan AIDS serta PMS
    1. NAPZA

I.      Memiliki ketrampilan dalam :

1.    Menciptakan suasana yang aman, nyaman dan menimbulkan rasa percaya klien terhadap konselor

2.    Melakukan komunikasi interpersonal, yaitu hubungan timbal balik yang bercirikan :

a.    Komunikasi dua arah

b.    Memperhatikan aspek verbal dan non verbal

c.    Mendengar secara aktif

d.    Penggunaan pertanyaan untuk menggali informasi, perasaan dan pikiran.

e.    Membantu klien dalam pengambilan keputusan.

V.     Keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang KonselorSebaya

A.        Keterampilan Observasi

Hal-hal yang ada dalam keterampilan observasi yaitu:

1.      Tingkah laku non verbal

2.      Tingkah laku verbal

3.      Kesenjangan tingkah laku verbal dan non verbal

B.        Keterampilan mendengar aktif

1.      Mendengar pasif atau diam

Dilakukan bila klien sedang menceritakan masalahnya : berbicara tanpa henti, menggebu-gebu, kesal atau sedih.  Konselor dapat mendengar pasif untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk menenangkan diri.

2.      Memberi tanda perhatian baik verbal maupun non verbal

Dilakukan antaralain sewaktu klien berbicara panjang tentang peristiwa yang terjadi pada dirinya. Misalnya : hmm…, ya, lalu, terus.

3.      Mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi

Dilakukan bila konselor ingin mendalami apa yang diucapkan atau diceritakan oleh klien

4.      Mendengar aktif yaitu dengan memberikan umpan balik atau merefleksikan isi ucapan dan perasaan klien.

C.        Keterampilan Bertanya

1.      Pertanyaan Tertutup

Menghasilkan jawaban “ya” atau “tidak”. 

2.      Pertanyaan Terbuka

a.     Jenis pertanyaan memakai kata “Bagaimana” atau “apa”

b.     Memberikan kebebasan kepada klien dalam menjawab secara aktif.

Pertanyaan terbuka merupakan cara yang efektif untuk menggali informasi

VI.         Langkah-Langkah Konseling

SA :     Salam, memberi perhatian dan menciptakan hubungan dan situasi nyaman.

T :        Tanya. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui kebutuhan, pengetahuan dan perasaan klien tentang masalah yang dihadapi dan latar belakangnya, Identifikasi effek dari masalah terhadap klien dan hal lain.

U :       Uraikan. Menguraikan dan tawarkan informasi umum mengenai alternatif pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan.

TU:      Bantu klien untuk mengambil keputusan yang diinginkan. Beri waktu dan dorong klien untuk berpendapat

J :        Jelaskan secara rinci mengenai alternatif pemecahan masalah yang telah dipilih klien, konsekuensi-konsekuensi yang mungkin dihadapi. Ajukan pertanyaan apakah klien sudah mengerti apa yang disampaikan agar bisa membuat keputusan tanpa tekanan.

U :       Rencanakan kunjungan ulang atau rujuk ketempat pelayanan konseling bila diperlukan.

VII.        Tempat Konseling

Konseling dapat dilakukan dimana saja dengan syarat:

A.        Terjamin privacy

B.        Nyaman

C.        Tidak bising

D.        Tenang

Baca materi sebelumya di bloggerkalteng.id

Yandi Novia

Pada tahun 2010 saya memulai membangun sebuah blog. Belajar menulis, mengedit, dan belajar hal-hal baru seperti desain grafis dengan corel draw, membangun web hingga menerima jasa pembuatan web, video editing, dan content creator. Saya juga pekerja freelance pada bidang komunikasi dan mobilisasi sosial. Mari Berteman!

Pos Terkait: