Sastra

Ujung perjuangan cinta

Untuk sampai tahap ini saya merasakan manis pahit susah senangnya perjuangan. Mulai dari jalan dan prinsip yang lurus sampai pada kesalahan mengambil keputusan. Merasakan betapa labilnya diri dalam setiap emosi dan jiwa. Panasnya matahari, dinginnya hujan, derasnya peluh keringat mungkin bagian dalam nuansa perjuangan.

Perlahan saya rajut dan kumpulkan rezki untuk bisa sampai pada tahap ini. Semua tidak mudah, bertarung melawan ketiadaan diri bahkan imajinasi tak mampu membendung semua asa dan ingin.

Aku sadar, bahwa ini hanya awal. Sangat dini untuk mengatakan semuanya pahit, akan banyak lagi proses selanjutnya yang penuh dengan perjuangan.

Aku sadar, bahwa ini hanya awal. Karena selanjutnya adalah perjuangan sesungguhnya. Tidak hanya dunia yang dipenuhi tapi juga akhirat yang harus diisi.

Tahap ini dilalui begitu mudah, karena banyak tangan-tangan dingin seperti malaikat yang datang membantu. Kebaikan mereka tidak berujung, walau dengan aku yang penuh kealpaan dan ke khilafan.

Proses selanjutnya ada hijrah. Hijrah menjadi lebih baik. Berusaha lebih keras lagi. Ibadah lebih kuat lagi.

Sudah cukup dengan kesalahan masa lalu.
Waktunya berbenah diri, berbenah hati, berbenah jiwa, kembali pada diri sesungguhnya.

Karena aku bukan sendiri lagi. Tapi ada dia yang harus ku sempurnakan dan dia yang menyempurnakan ku.

Palangka Raya
25 Ramadhan 1440 H
30 Mei 2019 M

Yandi Novia dan Fitri Rahmawati

***
Debu Yandi | Blogger Kalteng

Tag:

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar: